Hadapi Pengetatan Anggaran 2026, Pemkab Berau Optimisme Pembangunan Tetap Jadi Prioritas
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Saat ini Pemkab Berau lebih fokus untuk menghadapi kondisi fiskal yang menurun. Menghadapi rasionalisasi Anggaran 2026 Wabup Gamalis pastikan pembangunan Berau tetap berjalan.
“Kami pastikan tetap
melanjutkan pembangunan meski menghadapi tekanan anggaran pada tahun 2026,” ungkap
Gamalis.
Dalam kesempatan itu Gamalis
juga menyampaikan bahwa realisasi anggaran terakhir berada di angka 60 persen,
dengan harapan dapat meningkat menjadi 70 persen sebelum batas penyelesaian
pada 10 Desember.
“Serapan terakhir 60
persen, mudah-mudahan bisa naik ke 70 persen. Targetnya sebelum tanggal 10
Desember harus rampung,” ujarnya.
Gamalis menegaskan
bahwa rasionalisasi tidak berarti penghapusan program. Pemerintah hanya
melakukan penyesuaian agar anggaran tetap seimbang. Namun, untuk
program-program fisik seperti pembangunan infrastruktur, tidak dapat dilakukan
pemotongan karena sifatnya yang mendesak dan menyangkut kebutuhan masyarakat.
“Kita tidak
menghilangkan program, hanya merasionalisasi. Untuk bangunan dan kegiatan
fisik, tidak mungkin dikurangi. Tinggal diputuskan apakah dilanjutkan atau
ditunda tahun depan,” jelasnya.
Sementara itu,
program non fisik dapat mengalami pengurangan atau penjadwalan ulang agar tetap
selaras dengan kemampuan fiskal daerah. Menurut Gamalis, kondisi fiskal yang
menurun bukanlah tantangan pertama bagi Berau. Ia mencontohkan periode
kepemimpinan sebelumnya, ketika anggaran daerah berada pada kisaran dua triliun
rupiah namun pembangunan tetap dapat berjalan.
“Pada masa Pak
Makmur, Pak Rifai, dan Pak Muharram, anggaran lebih kecil dari sekarang tapi
pembangunan terus berlangsung. Pemotongan anggaran bukan akhir segalanya,” tegasnya.
Gamalis menambahkan bahwa kebutuhan pembangunan justru meningkat karena jumlah penduduk bertambah dari tahun ke tahun, sehingga pemerintah harus tetap bekerja keras menjaga kelangsungan program prioritas.
Pemkab Berau
memastikan bahwa meski anggaran 2026 diperketat, pelayanan dan pembangunan
untuk masyarakat tetap menjadi fokus utama. Pemerintah berkomitmen mengambil
langkah-langkah strategis agar seluruh program tetap berjalan tanpa
mengorbankan kepentingan publik. (sep/FN)